BPR riskan pencucian uang

Oleh Rika Novayanti
Published On: 06 June 2011

JAKARTA: Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menilai Bank Perkreditan Rakyat masih belum cukup aktif melaporkan transaksi keuangan yang mencurigakan sehingga riskan dijadikan tempat pencucian uang.

Subintoro, Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), mengatakan Bank Perkreditan Rakyat belum memiliki sistem teknologi informasi yang memadai sehingga belum mampu melaporkan transaksi keuangan yang mencurigakan.

“Selama ini ada 70.000 laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM), terhitung sejak PPATK berdiri. 80% merupakan laporan dari bank, tetapi BPR masih kurang, relatif sedikit” ujarnya, hari ini.

Akibat kurangnya kemampuan pelaporan dari BPR, Subiantoro mengkhawatirkan oknum akan memanfaatkan celah tersebut untuk melakukan tindakan pencucuian uang.

Untuk mencegah hal tersebut, PPATK giat melakukan sosialisasi pelaporan melalui aplikasi aplikasi GRIPS (gathering report information and reporting system) ke beberapa BPR di wilayah Jawa Tengah.

Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas BPR dalam hal pelaporan transaksi keuangan yang mencurigakan.

“Ini aplikasi baru yang baru dilaunching Januari 2011, BPR harus kami latih dulu bagaimana menggunakannya, kemudian mereka harus bisa melaporkan,” ujarnya.(api)

About FORUM BPR
IT Bank Perkreditan Rakyat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: